• ""We sing some of the same words during our dances that we use in prayer."" MARGARET KARTOMI describes Rateb Meuseukat, the form of Acehnese dance as art that breathes the spirit of Islam

    "“Kami melagukan beberapa kata yang sama dalam tarian kami dengan yang kami gunakan dalam sholat”."MARGARET KARTOMI menjelaskan Rateb Meuseukat, bentuk tarian Aceh sebagai seni yang menghembuskan nafas Islam


    PERJANJIAN INTERNASIONAL


    1. BERAKHIRNYA PERJANJIAN INTERNASIONAL
    Menurut Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H.:
    a. Adanya persetujuan dari peserta-peserta untuk mengakhiri perjanjian itu.
    b. Adanya perjanjian baru antar peserta yang kemudian meniadakan perjanjian terdahulu.
    c. Masa berlaku perjanjian internasional telah habis.
    d. Perjanjian secara sepihak diakhiri oleh salah satu peserta dan pengakhiran itu diterima oleh pihak lain.
    e. Salah satu pihak peserta menghilang/ punah.
    f. Syarat-syarat pengakhiran perjanjian sesuai dengan ketentuan perjanjian sudah dipenuhi.
    g. Telah tercapai tujuan dari perjanjian internasional.


    2. PEMBATALAN PERJANJIAN INTERNASIONAL
    Menurut Konvensi Wina tahun 1969:
    a. Adanya unsur kesalahan pada saat perjanjian dibuat.
    b. Adanya unsur paksaan terhadap wakil suatu negara peserta baik dengan ancaman maupun kekuatan.
    c. Adanya unsur penipuan dari negara peserta tertentu terhadap negara peserta lain waktu pembentukan perjanjian.
    d. Bertentangan dengan suatu kaidah dasar hukum internasional umum.
    e. Negara atau wakil kuasa penuh melanggar ketentuan hukum nasionalnya.
    f. Terdapat penyalahgunaan atau kecurangan melalui kelicikan/ penyuapan.

     

    PERJANJIAN INTERNASIONAL Indonesia-Malaysia tentang Ambalat dapat dibatalkan bila salah satu pihak tetap "ngotot".


    5 comments:

    1. tete banget dah. today is not my day. damnnn !!

      ReplyDelete
    2. bagaimana faktir keterttiban umum membatalkan perjanjian internasional? tq

      ReplyDelete
    3. mungkin maksudnya faktor ^^;

      ReplyDelete

     

    Meet The Author

    News on Short

    Evo Morales, the Bolivia’s first indigenous president, sworn in for third term as president.
    The Jakarta Post p11. January 28, 2015.
    Evo Morales, presiden pertama berdarah asli Bolivia, dikukuhkan untuk periode yang ketiga sebagai presiden
    The Jakarta Post h11. 28 Januari 2015

    About Me