• ""Extremism and Islam are completely different things"" SHINZO ABE, prime minister was on the Middle-East tour when IS threatened to kill two Japanese unless it received 200 million USD.

    "“Ekstrimisme dan Islam adalah hal yang sangat bertolak belakang”."SHINZO ABE, perdana menteri, sedang dalam tur ke Timur Tengah ketika NI menawan untuk membunuh dua orang Jepang kecuali mereka diberi 200 dollar AS


    PERJANJIAN INTERNASIONAL


    1. BERAKHIRNYA PERJANJIAN INTERNASIONAL
    Menurut Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H.:
    a. Adanya persetujuan dari peserta-peserta untuk mengakhiri perjanjian itu.
    b. Adanya perjanjian baru antar peserta yang kemudian meniadakan perjanjian terdahulu.
    c. Masa berlaku perjanjian internasional telah habis.
    d. Perjanjian secara sepihak diakhiri oleh salah satu peserta dan pengakhiran itu diterima oleh pihak lain.
    e. Salah satu pihak peserta menghilang/ punah.
    f. Syarat-syarat pengakhiran perjanjian sesuai dengan ketentuan perjanjian sudah dipenuhi.
    g. Telah tercapai tujuan dari perjanjian internasional.


    2. PEMBATALAN PERJANJIAN INTERNASIONAL
    Menurut Konvensi Wina tahun 1969:
    a. Adanya unsur kesalahan pada saat perjanjian dibuat.
    b. Adanya unsur paksaan terhadap wakil suatu negara peserta baik dengan ancaman maupun kekuatan.
    c. Adanya unsur penipuan dari negara peserta tertentu terhadap negara peserta lain waktu pembentukan perjanjian.
    d. Bertentangan dengan suatu kaidah dasar hukum internasional umum.
    e. Negara atau wakil kuasa penuh melanggar ketentuan hukum nasionalnya.
    f. Terdapat penyalahgunaan atau kecurangan melalui kelicikan/ penyuapan.

     

    PERJANJIAN INTERNASIONAL Indonesia-Malaysia tentang Ambalat dapat dibatalkan bila salah satu pihak tetap "ngotot".


    5 comments:

    1. tete banget dah. today is not my day. damnnn !!

      ReplyDelete
    2. bagaimana faktir keterttiban umum membatalkan perjanjian internasional? tq

      ReplyDelete
    3. mungkin maksudnya faktor ^^;

      ReplyDelete

     

    Meet The Author

    News on Short

    Ahok was one of a small number of Chinese politicians who threw themselves into public life after the fall of President Soeharto in May 1998. During Soeharto era, it was almost impossible for Indonesians of Chinese descent to rise to top government positions
    The Jakarta Post p1. November 15, 2014
    Ahok adalah satu dari angka kecil politisi Tionghoa yang melempar hidupnya ke dalam kehidupan umum setelah jatuhnya Presiden Soeharto pada Mei 1998. Selama era Soeharto, hampir tidak mungkin untuk orang Indonesia keturunan Tionghoa untuk muncul di puncak pemerintahan
    The Jakarta Post h1. 15 November 2014

    About Me