• ""“It was the worst three years in my life, and I didn’t let them hear me sing. But music gave me a path in order for me to recover from the scars I have. I’ve made my peace, but the scars stay."" AFGANSYAH REZA, music is what gave him strength when he was bullied in junior high school

    "““Itu adalah tiga tahun terburuk dalam kehidupan saya, dan saya tidak membiarkan mereka mendengarkan saya menyanyi. Namun musik memberi saya pola yang sesuai bagi saya untuk pulih dari luka-luka yang saya miliki. Saya telah menemukan kedamaian, namun luka-luka itu masih ada.”." AFGANSYAH REZA, musiklah yang memberinya kekuatan ketika dia digertak sewaktu SMP


    MANUSIA PURBA DI INDONESIA


    1. Meganthropus Palaeojavanicus
    PENEMU  :  Von Koeningswald
    SITUS  :  Sangiran, Lembah Bengawan Solo
    TAHUN PENEMUAN  :  1936-1941
    ARTI NAMA  : Manusia raksasa tertua dari Pulau Jawa
    MASA  :  Pleistosen Bawah
    CIRI-CIRI  :   
    *      Memiliki tulang pipi yang tebal
    *      Memiliki otot kunyah yang kuat
    *      Memiliki tonjolan kening yang menyolok
    *      Memiliki tonjolan belakang yang tajam
    *      Tidak memiliki dagu
    *      Memiliki perawakan yang tegap
    *      Memakan jenis tumbuhan

    2. Pithecantropus
    A. Pithecanthropus Mojokertensis
    PENEMU  :  Von Koeningswald
    SITUS  :  Desa Perning, Bengawan Solo, Mojokerto
    ARTI NAMA  : Manusia kera dari Mojokerto
    FAUNA  : Jetis
    MASA  :  Pleistosen Bawah
    CIRI-CIRI  :
    *      Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
    *      Volume otak berkisar antara 750 – 1000 cc
    *      Bentuk tubuh & anggota badan tegap
    *      Alat pengunyah dan alat tengkuk kuat
    *      Geraham besar dengan rahang yang kuat
    *      Bentuk tonjolan kening tebal
    *      Bagian belakang kepala tampak menonjol

    B. Pithecanthropus Robustus
    PENEMU  :  Von Koeningswald dan F. Weidenreich
    SITUS  :  Trinil-Sangiran, Lembah Bengawan Solo
    TAHUN PENEMUAN  :  1939
    ARTI NAMA  : Manusia kera yang kuat
    MASA  :  Pleistosen Bawah
    CIRI-CIRI  :
    *      Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
    *      Volume otak berkisar antara 750 – 1000 cc
    *      Bentuk tubuh & anggota badan tegap
    *      Alat pengunyah dan alat tengkuk kuat
    *      Geraham besar dengan rahang yang kuat
    *      Bentuk tonjolan kening tebal
    *      Bagian belakang kepala tampak menonjol

    C. Pithecanthropus Erectus
    PENEMU  :  Eugene Dubois
    SITUS  :  Trinil, Ngawi, Jawa Timur
    ARTI NAMA  :  Manusia kera yang berdiri tegak
    TAHUN PENEMUAN  : 1890
    MASA  :  Pleistosen Tengah
    CIRI-CIRI  :   
    *      Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
    *      Volume otak berkisar antara 750 – 1000 cc
    *      Bentuk tubuh & anggota badan tegap
    *      Alat pengunyah dan alat tengkuk kuat
    *      Geraham besar dengan rahang yang kuat
    *      Bentuk tonjolan kening tebal
    *      Bagian belakang kepala tampak menonjol

    3. Homo
    A. Homo Soloensis
    PENEMU  :  Ter Haar, Oppernoorth, & Von Koenigswald
    SITUS  :  Ngandong Blora di Sangiran dan Sambung Macan, Sragen
    TAHUN PENEMUAN  : 1931-1933
    MASA  :  Pleistosen Atas
    CIRI-CIRI  :
    *      Volume otaknya antara 1000 – 1200 cc
    *      Tinggi badan antara 130 – 210 cm
    *      Otot tengkuk mengalami penyusutan
    *      Muka tidak menonjol ke depan
    *      Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna

    B. Homo Wajakensis
    PENEMU  :  Von Reitschotten
    SITUS  :  Wajak, Tulungagung, Jatim
    TAHUN PENEMUAN  : 1889
    MASA  :  Pleistosen Atas
    CIRI-CIRI  :
    *      Volume otaknya antara 1000 – 1200 cc
    *      Tinggi badan antara 130 – 210 cm
    *      Otot tengkuk mengalami penyusutan
    *      Muka tidak menonjol kedepan
    *      Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna


    0 comments:

    Post a Comment

     

    Meet The Author

    News on Short

    Kepulauan Solomon adalah rumah dari lebih 230 spesies anggrek dan flora tropis yang memainkan peran dalam budaya tradisional dan adat dari generasi ke generasi.
    The Jakarta Post h4. 24 Maret 2013
    The Solomon islands is home to over 230 species of orchids and tropical flora which have played a role in traditional culture and customs for generations.
    The Jakarta Post p4. March 24, 2013

    About Me