ANDA! Pengunjung ke-

QUOTE

QUOTE- Whenever we choose wrong, we are going to pushed in a corner and stuck because of our choices. ROBERT D. HALES

Kapanpun kita memilih yang salah, kita akan tersudut dan terjebak karena pilihan-pilihan kita. ROBERT D. HALES


Kamis, 21 Februari 2013

CARA MENGAPRESIASI FILM LEPAS INDONESIA



#catatan penulis: film lepas merujuk pada film dengan durasi 1-2 jam yang diputar di bioskop. Selanjutnya dalam artikel ini akan ditulis film saja.

 Siapa yang pernah mengira film the Raid adalah film Hollywood?
Atau siapa yang pernah terinspirasi untuk naik gunung Semeru setelah menonton 5cm?
Atau bahkan siapa yang telah mengubah pandangan buruk tentang Habibie setelah menonton filmnya?

The Raid, 5 cm, dan Habibie & Ainun didapuk sebagai film Indonesia yang paling banyak ditonton di tahun 2012. The Raid menjadi film pertama Indonesia yang menduduki urutan ke-16 terlaris dalam minggu perdana penayangannya di Amerika Serikat. banyak yang memuji Iko Uwais sebagai aktor laga baru dalam perfilman. Perlu diketahui bahwa The Raid adalah satu-satunya film laga Indonesia dalam dua tahun terakhir. Film yang mengangkat tentang pendakian gunung, 5cm menjadi film Indonesia terlaris yang ditonton lebih 500.000 orang dalam 5 hari saja di bioskop. Sementara, kisah cinta tak lekang usia, Habibie & Ainun menjadi film terlaris Indonesia dalam sejarah karena ditonton lebih dari satu juta orang dalam seminggu penayangan perdananya di bioskop. Habibie & Ainun dan 5cm merupakan film-film yang diciptakan dari novel. Nampaknya film-film tersebut bersama Laskar Pelangi trilogi menjadi pionir dari jalur baru seperti yang pernah dilakukan Petulangan Sherina (musikal anak-anak), Jelangkung (misteri), Meraih Mimpi (animasi), dan Ada Apa dengan Cinta (percintaan).
Namun, hal ini bukan torehan yang gemilang karena sebelum era 2000-an, film-film Indonesia diproduksi dengan jumlah yang lebih banyak dan ditonton pula oleh lebih banyak orang di bioskop dalam waktu setahun. Pembajakan film-film Indonesia akhir-akhir ini bahkan menjadi hal yang lumrah seperti pembajakan film-film Hollywood.
Pada tahun 2013,setidaknya kita bisa melanjutkan tren membuminya film Indonesia di negeri sendiri dari tahun 2012 karena diperkirakan 120 film Indonesia akan tayang di bioskop. Idedunia kali ini akan membahas beberapa langkah sederhana bagi orang awam agar film Indonesia berkembang baik secara kualitas, maupun kuantitas.

1. SELEKTIF UNTUK MEMILIH FILM INDONESIA YANG PANTAS DITONTON
Bukan berarti bila kita menghargai film buatan negeri sendiri, kita menonton semua film Indonesia yang ada, Film Indonesia tidaklah berkembang bila hanya banyak ditonton (kuantitas). Film Indonesia berkembang ketika kita menonton film yang dibuat dengan kerja keras dari sutradara, penulis, penyunting, pemain, dan pekerja film. Kenali sinopsis film terlebih dahulu. Perlu diingat, film yang berkualitas tidaklah selalu film yang identik dengan keseriusan dan penuh pemikiran. Film yang berkualitas bisa memberikan juga hiburan yang mendidik. Itu mengapa seringkali film yang berkualitas sering meninggalkan kesan positif seperti 5cm, the Raid, dan Habibie & Ainun.

Situs untuk membaca sinopsis dan resensi film Indonesia:





2.MENJADIKAN MENONTON FILM DI BIOSKOP SEBAGAI KEBIASAAN
Bioskop adalah pemasukan utama sebuah film komersial dibuat. Kerja keras orang yang membuat film berkualitas setidaknya langsung diapresiasi ketika kita mau membeli tiket menonton. Ketika film Indonesia yang berkualitas banyak ditonton, hal itu akan memacu pekerja film membuat film lagi dengan kualitas yang sebanding, bahkan lebih dari film sebelumnya.

CONTOH: hanung Brahmantyo terpacu membuat film religious yang lebih berkualitas dalam Perempuan Berkalung Sorban setelah film Ayat-ayat cinta laris ditonton.
PENGHITUNGAN: Menonton bioskop- 1x- Rp30.000,00

Bioskop-bioskop yang terawal dalam menayangkan film-film Indonesia:
21cineplex: Cinema XXI, 21, the Premiere
Blitz Megaplex

3. HINDARI MEMBELI FILM INDONESIA BAJAKAN
Bila menonton film di bioskop terlalu mahal, cobalah alternatif untuk menunggu film tersebut dirilis dalam bentuk VCD dan DVD (kurang lebih 6 bulan setelah film tayang di bioskop)

PENGHITUNGAN: Membeli VCD dan DVD- berkali-kali- Rp75.000,00- Rp100.000,00

Tempat-tempat terawal untuk membeli film-film Indonesia:
Disc Tarra
Carrefour

4. MENONTON FILM DENGAN MENYEWA VCD DAN DVD DI TEMPAT PERSEWAAN
Ratusan jenis tempat penyewaan telah dibangun di Indonesia dengan kerja sama untuk menyewakan film-film Indonesia maupun lainnya yang resmi.

PENGHITUNGAN: menyewa VCD dan DVD- 1 sampai 5 hari- Rp4.000,00

Tempat-tempat penyewaan yang terawal untuk menyewakan film-film Indonesia:
Odiva
Video Ezzy
Ultra Disc
Atlantic

5. MENONTON FILM INDONESIA DI TELEVISI
Umumnya enam bulan hingga satu tahun setelah film Indonesia tayang di bioskop, stasiun televisi akan memutar gratis bagi masyarakat umum untuk menonton.
CONTOH: SCTV menyiapkan waktu spesial di akhir tahun 2012 dengan tayangnya film-film Indonesia: Serigala Terakhir, Obama Anak Menteng, Ambilkan Bulan, Love is You, Sampai Ujung Dunia, Perahu Kertas, Malaikat Tanpa Sayap, Arisan 2, dan Broken untuk pertama kali di televisi.

CONTOH: Di pergantian tahun 2012 ke 2013,  SCTV menayangkab film-film Indonesia untuk pertama kalinya di televisi : Serigala Terakhir, Obama Anak Menteng, Ambilkan Bulan, Love is You, Sampai Ujung Dunia, Perahu Kertas, Malaikat Tanpa Sayap, Arisan 2, dan Broken.

PENGHITUNGAN: menonton di televisi- 1x sesuai jadwal tayang televisi- gratis


Saya mengadakan jajak pendapat untuk mengetahui sejauh mana hingga akhir 2012 film Indonesia diingat oleh orang awam.
JAJAK PENDAPAT
Dari 5 teman saya (Mbak Ifa, Moi, Vemby, Amon, Mbak Rika):
60 % mengingat nama sutradara dari film Indonesia yang terakhir kali ditonton
20 % mengingat seseorang terkenal yang turut membuat film Indonesia yang terakhir kali ditonton
20 % tidak mengetahui sutradara maupun seseorang terkenal yang membuat film Indonesia yang terakhir kali ditonton.

Sementara pakar dan pengamat film Indonesia juga mempunyai cara untuk mengapresiasi film Indonesia. Berikut daftar penghargaan-penghargaan untuk film Indonesia sampai tahun 2012 yang masih diadakan:
Festival Film Indonesia (festival film tertua Indonesia, dimulai sejak 1955)
Indonesian Movie Award
Festival Film Bandung
Apresiasi Film Indonesia (festival film terbaru buatan Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di tahun 2012) http://apresiasifilmindonesia.org/
Piala Maya (festival film yang dimulai dari grup twitter @film_indonesia. Piala Maya melibatkan 100 juri dari berbagai kalangan yang bersifat independen)
 

APAKAH INDONESIA MEMILIKI TANGGA BOX OFFICE?
YA. Baru-baru saja, ketika saya iseng mencari-cari box office Indonesia, saya menemukan: BOX OFFICE NASIONAL (dalam http://ceritamu.com/landing/film-nasional
saya pikir ini merupakan pemeringkat pertama film Indonesia terlaris di bioskop setiap minggunya. Mereka mendata larisnya film Indonesia ditonton bukan pada nilai rupiah yang didapat, melainkan jumlah penonton.

Semoga di tahun 2013, banyak apresiasi yang dilakukan oleh orang awam bagi film Indonesia. Rectoverso dan Berandal telah menanti di tahun 2013.

2 komentar:

  1. komentar aja sep, bukan kritik sistematis atau gimana

    aku udah pernah nonton the raid tapi kecewa karena storyline-nya, ya sori, jelek. mungkin karena aku lebih prefer cerita daripada aksi, tapi menurutku merantau lebih punya kisah

    untuk 5cm, mirip laskar pelangi gitu ya, cenderung berkisar di tema harapan dan mimpi. yang jadi pertanyaan mungkin kemasannya kreasi filmnya kurang greget. jangan lupa film adalah media seni yang bisa dikembangkan, bukannya ekstremis realis lalu tidak memperhatikan teknik sinematografi, dll, yang katakanlah dramatis atau fun. just saying.

    habibi ainun.. tampak habibi jadi orang yang cuma bisa ngurus istri :p segi politik blas rak dibahas

    tapi, saya tidak pesimis. saya suka film soegija. segi cerita cukup realis tapi dibuat cukup menghibur. edukatif, tapi bukan ala film yang penting bunuh penjajahnya kita menang. dan film ini malah terbatas screening-nya. mungkin hanya selera. menurutmu?

    BalasHapus
  2. Some setuju. Merantau memang lebih kuat di ide ceritanya. The Raid lebih memukau dengan aksinya saja- untuk menunjukkan kehebatan aksi film Indonesia.

    5cm saya setuju. Buka saja pendapat saya tentang film ini di http://idedunia.blogspot.com/2013/01/resensi-5-cm-mencintai-seseorang.html.

    Haha, Habibie dan Ainun memang romantis. Sangat komersil. Lebih ditonjolkan ke sisi romansanya, emmang setahu saya novelnya banyak bahas politik pula. Setidaknya biarkan Hanung Brahmantyo (di sini anak didiknya- Faozan Rizal) belajar untuk membuat film yang lebih bagus.

    That's the problem. Selain film-film penghibur, penonton Amerika juga menghargai film-film "bermakna" seperti Life of Pi maupun Argo. Terbukti Life of Pi masuk #5 Box Office di opening weekend. Nah, ternyata di Indonesia belum.

    Untuk tahun ini belum ada film Indonesia yang disukai (karena baru keluar dari alam lain, haha).

    *Maaf, baru tahu ada komentar.

    BalasHapus